Seminar Nasional: “Menuju Universitas Yang Berkelanjutan”

Rangkaian acara Dies Natalis FE UNPAR ke-61 ditutup dengan seminar nasional yang diadakan di Hotel Harris Ciumbuleuit Bandung pada hari Jumat, 3 Juni 2016 dengan tema “Menuju Universitas Yang Berkelanjutan”. Acara dihadiri oleh  perwakilan dari beberapa universitas yang menaruh perhatian pada topik tersebut, pihak sponsor, pihak-pihak yang memiliki kerjasama dengan FE UNPAR, pejabat struktural di lingkungan UNPAR, dan perwakilan mahasiswa. Acara seminar nasional ini dibuka oleh Bapak Paulus Cahyono Tjiang, Ph.D sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik.

Keynote speech dibawakan oleh Guru Besar FE UNPAR, Prof. Dr. Hamfri Djajadikerta, Drs., Ak., MM. Beliau menyampaikan bahwa konsep sustainability harus mencakup dimensi ekonomi, sumber daya alam, dan sosial. Konsep sustainable development didefinisikan sebagai pemenuhan kebutuhan masa kini tanpa mengganggu pemenuhan kebutuhan generasi di masa yang akan datang. Berbeda dengan konsep sustainability di dunia usaha, sustainability di lingkungan pendidikan tinggi tidaklah mudah karena harus berpatokan kepada idealisme visi dan misi universitas/lembaga tersebut

Sesi pertama dibawakan oleh Guru Besar FEB UI, Prof. Sidharta Utama, Ph.D., CFA., CA.  dengan moderator Ibu Amelia Setiawan, SE., M.Ak., Ak.,CMA. Topik untuk sesi pertama ini adalah “Prinsip-Prinsip University Governance”. Prinsip-prinsip tersebut terdiri dari transparency, accountability, responsibility, independence, dan fairness. Beliau menjelaskan bahwa transparency terkait dengan penyampaian informasi yang akurat dan transparan. Accountability menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi terikat perjanjian dengan para stakeholders yang membayar jasa mereka. Responsibility mengaitkan kebebasan akademis dengan penelitian yang berkualitas, beasiswa, dan pengajaran yang baik. Independence terletak pada otonomi yang dimiliki universitas. Fairness menjamin adanya kesetaraan kesempatan diantara keragaman dalam institusi. Beliau juga memberi contoh penerapan konsep sustainable university di UI.

Pembicara pada sesi kedua adalah Guru Besar National University of Singapore, Prof. Dr. Johanes Widodo dengan moderator Ibu Paulina Permatasari, Dra.,M.Ak., CMA. Sesi kedua ini memiliki topik berjudul “Responsible University for Sustainable Future”. Beliau mengingatkan para peserta seminar bahwa sebuah sustainable university menitik beratkan delapan hal, yaitu:

  1. Pendiikan yang menyeluruh, menekankan pada nilai-nilai dan etika
  2. Keselarasan dalam penelitian dan pengajaran
  3. Kurikulum yang relevan dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang.
  4. Pembelajaran yang berbasis pada pemecahan masalah
  5. Kerjasama dengan sektor publik, swasta, dan komunitas
  6. Hubungan yang baik di tataran regional dan global
  7. Kampus yang berkelanjutan
  8. Civitas akademik yang memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan

Selain memaparkan kedelapan konsep tersebut, beliau juga menjelaskan tentang pencapaian NUS di kedelapan hal tersebut.

Sesi terakhir dibawakan oleh Guru Besar FEB UGM Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA., CMA., Ak.  dengan moderator Ibu Paulina Permatasari, Dra.,M.Ak., CMA. Paparan sesi ketiga ini tentang “Becoming Reputable and Sustainable University”. Beliau mengungkapkan program STARS (Sustainability Tracking, Assessment & Rating System) sebagai kerangka pelaporan yang mandiri dan transparan bagi institusi pendidikan tinggi untuk mengukur kinerja “sustainability” mereka. Beliaupun menceritakan pengalamannya sebagai Kepala Pusat Quality Assurance terkait penerapan STARS di UGM.

 

Konsep sustainability juga dapat diterapkan di bidang usaha komersil. Perwakilan sponsor diharapkan dapat membagikan informasi tersebut dan menerapkannya di perusahaan masing-masing. Para mahasiswa yang diundang diharapkan dapat menginformasikan kepada rekan-rekannya mengenai penerapan konsep sustainable university di FE UNPAR dan mendukung usaha tersebut.

(FE UNPAR / Agustinus Susilo)

Berita Terkini

Latest News

HSBC Business Case Competition (BCC) The University of Hong Kong (HKU) 3 – 6 Juni 2025

Kegiatan HSBC/HKU Asia Pacific Business Case Competition (BCC) yang diselenggarakan atas kerjasama antara HSBC dengan The University of Hong Kong (HKU) di Hong Kong terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan dan diikuti oleh 24 Universitas dari berbagai negara....

Cultural Performance HSBC Business Case Competition (BCC) The University of Hong Kong (HKU)

Tim Program Studi Sarjana Akuntansi – Fakultas Ekonomi – Universitas Katolik Parahyangan telah lolos pada kegiatan HSBC Indonesia Business Case Competition 2025 sebagai juara 1 dan selanjutnya mewakili Indonesia untuk mengikuti kegiatan HSBC/HKU Business Case...

Charity HSBC Business Case Competition (BCC) The University of Hong Kong (HKU) 2 Juni 2025

Tim Program Studi Sarjana Akuntansi – Fakultas Ekonomi – Universitas Katolik Parahyangan telah lolos pada kegiatan HSBC Indonesia Business Case Competition 2025 sebagai juara 1 dan selanjutnya mewakili Indonesia untuk mengikuti kegiatan HSBC/HKU Business Case...

Empat Mahasiswa Akuntansi UNPAR Raih Juara Pertama di Kompetisi HSBC Indonesia Business Case Competition 2025

Empat mahasiswa program studi akuntansi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) yang tergabung dalam tim 4U berhasil memenangkan perlombaan HSBC Indonesia Business Case Competition 2025 pada Selasa, 29 April 2025. Selanjutnya, empat mahasiswa ini akan mewakili...

Laporan Inisiasi dan Adaptasi Mahasiswa Sarjana Fakultas Ekonomi 2024

Tahun akademik 2024 /2025 Fakulta Ekonomi Program Sarajana menerima 382 orang mahasiswa, penerimaan oleh Dekan Fakultas Ekonomi yaitu Ibu Brigita Meylianti Sulungbudi, Ph.D., ASCA, CIPM., pada Rabu, 28 Agustus 2024 di Aula Gedung 9 Universitas Katolik Parahyangan...

Video

Kenal Lebih Jauh Ekonomi Pembangunan UNPAR

https://youtu.be/Oiv6w9l7pSA?si=SxISBMULJ6k73Hao

Kenal Lebih Jauh Manajemen UNPAR

https://youtu.be/5dPr5BodBqk?si=TKNfMFLrqmfvlYGB

Kenal Lebih Jauh Akuntansi UNPAR

https://youtu.be/KHl7GKfNJNI?si=86AD5yOpGg3LFiL6