Kuliah tamu pada 20 Juni 2023 dilaksanakan pada Aula lantai 8 Gedung 9 Fakultas Ekonomi Univeristas Katolik Parahyangan, dengan menghadirkan Bpk Jalal ( Sustainability Provocateur ) dan Ibu Jennifer Soplanit Senior Vice President, Business Development, PT. Bank HSBC Indonesia. Acara kuliah tamu kali ini merupakan kerjasama antara Bank HSBC dengan Putera Sampoerna Foundation di mana Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan berkesempatan menjadi tuan rumah untuk acara ESG: a New Era in Sustainability For Business di Bandung. Acara ini merupakan rangkaian acara yang juga diselenggarakan di Surabaya ( Universitas Ciputra ) , Bandung ( Universitas Katolik Parahyangan ) , Yogyakarta ( Universitas Gajah Mada ), dan Jakarta ( Universitas Indonesia ) . Program ini diketuai oleh Bpk Dr. Wahyoe Soedarmono, selaku Project Manager HSBC-PSF Edu Program.
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan 3 Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan, Bpk Ivan Prasetya, SE.,MSM.,M.Eng dan juga sambutan dari pihak PT Bank HSBC Indonesia yaitu Bpk Yudhi Sutrisna selaku Vice President Corporate Sustainability.
ESG (Environmental, Social, Governance) di Indonesia baru hangat terdengar beberapa tahun belakangan ini, padahal ESG sudah dicanangkan sejak 2004. ESG berbicara mengenai lingkungan, sosial, dan tata kekola. ESG berbeda dengan corporate sustainanility, dimana ESG berfokus pada faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan, sedangkan corporate sustanability berbicara menganai bagaimana kinerja perusahaan dapat memberikan dampak bagi lingkungan.
Bpk Jalal mengungkapkan bahwa isu keberlanjutan perusahaan tidak semata-mata berkiatan dengan finansial, namun faktor etika dan moral juga yang mengambil peran pada keberlanjutan perusahaan. Perusahaan-perusahaan dituntut untuk terbuka dan mengungkapkan kepada para stakeholder akan kegiatan ESG yang benar-benar dilakukan, bukan greenwashing. Hal ini membuat pengungkapan ESG ini harus dilengkapi dengan data (data stewardship). Pemanfaatan informasi ESG juga dinilai mempengaruhi keputusan investasi karena dapat mamberikan efek langsung dalam perbaikan atas kinerja lingkungan, sosial, dan tata kekola secara langsung.
Sedangkan paparan dari Ibu Jennifer Soplanityaitu Sustainable finance juga merupakan isu yang penting yang juga menjadi salah satu topik yang diangkat di G20 tahun 2022 lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan ESG sudah semakin berkembang di Indonesia, sehingga perusahaan di Indonesia perlu meningkatan kinerja ESG hingga kinerja keberlanjutan dengan serius. Hal ini juga sejalan dengan bagaimana pandangan HSBC yang sangat peduli dengan isu sustainable finance dan ESG di mana penerapannya sudah benar-benar dilakukan dalam operasi bisnisnya.
Mahasiswa memperoleh berbagai wawasan dari perkembangan ESG saat ini dan juga praktek nyata di PT Bank HSBC Indonesia dari penerapan ESG dalam penyaluran kredit dan proses bisnis yang dilakukan. Berbagai ilmu yang diperoleh menjadi bekal bagi mahasiswa yang hadir . Acara diakhiri dengan pemberian Plakat dan Sertifikat bagi pembicara, PT Bank HSBC Indonesia, dan Putera Sampoerna Foundation sebagai mitra – mitra yang telah berbagi ilmu dan wawasan.





