Mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali mengukir prestasi di tingkat nasional melalui ajang Maranatha Accounting Ceremony for Charity (MACARONY) Competition 2026. Dalam kompetisi tersebut, tiga tim delegasi UNPAR berhasil mengisi seluruh posisi di babak final dan meraih Juara 1, Juara 2, serta Juara 3. Kompetisi akuntansi tingkat nasional ini diselenggarakan dengan tujuan mengukur kemampuan mahasiswa dalam penguasaan bidang akuntansi, baik secara teoretis maupun praktis.
MACARONY Competition 2026 diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Maranatha (HIMATHA) Universitas Kristen Maranatha dengan mengusung tema “Piece by Piece, Building the Path Toward Goals and Achievement”. Kompetisi ini terdiri atas empat tahapan, yaitu babak preliminary, babak qualification, babak semifinal, dan babak final. Babak preliminary dan babak qualification dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, masing-masing pada tanggal 17 September 2026 dan 24 September 2026. Selanjutnya, babak semifinal dan babak final dilaksanakan secara luring pada tanggal 8 Oktober 2026 di Auditorium Universitas Kristen Maranatha, Bandung.
Dalam kompetisi ini, UNPAR mengirimkan tiga tim, yaitu Tim WTC (Galen Wharton, KO Janice Victoria, dan Gevin Christian Okavianus), Tim Fossil Kampus (Adrianus Zefania Ongko, Geraldine Eileen Alexandra, dan Anastasia Elvina Putri), serta Tim 2PM +1 (Arnola Raisha Abdillah, Timothy Yohanes Widjaja, dan Antonius Andrew Mogi). Selama rangkaian kompetisi, seluruh tim didampingi oleh dosen pendamping, Ibu Elza Fransisca, S.E., M.Ak.



Babak preliminary yang bertajuk The Arcane Prelude diikuti oleh 11 tim dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Dian Nusantara, Universitas Pelita Harapan Medan, Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas Budi Luhur, Universitas Tarumanagara, dan Universitas Amikom Yogyakarta. Pada tahap ini, setiap tim diminta menyelesaikan 55 soal pilihan ganda serta kasus siklus akuntansi dalam waktu 120 menit. Hasil dari tahap ini digunakan untuk menentukan 9 tim dengan akumulasi poin tertinggi yang berhak melaju ke babak berikutnya. Ketiga tim UNPAR berhasil lolos, bahkan Tim Fossil Kampus keluar sebagai peraih poin tertinggi.
Selanjutnya, babak qualification yang bertajuk Spellbound Trials terdiri dari tiga tahap dengan format yang bervariasi. Tahap pertama berupa teka-teki silang seputar teori akuntansi, tahap kedua berupa permainan berbasis papan ular tangga bernama Snakoot Challenge yang memadukan soal teori dan hitungan, sedangkan tahap ketiga menantang peserta menyusun rekonsiliasi fiskal berdasarkan peraturan pajak terbaru. Poin dari ketiga tahap tersebut diakumulasikan untuk menentukan 6 tim terbaik yang melaju ke babak semifinal, yaitu tiga tim UNPAR, Tim UNDIRA 2 dari Universitas Dian Nusantara, Tim UPH ACT B dari Universitas Pelita Harapan Medan, serta Tim Bijimu Bijiku dari Universitas Katolik Widya Mandala. Pada tahap ini, Tim Fossil Kampus dan Tim 2PM +1 berhasil menempati dua peringkat teratas, menunjukkan performa yang konsisten sejak babak awal.
Memasuki babak semifinal yang bertajuk Clash of Sorcery, seluruh poin dari babak sebelumnya tidak lagi diperhitungkan sehingga setiap tim memulai persaingan dari nol. Babak ini terdiri dari dua tahap cerdas cermat, yaitu Call of the Arcane Relics, di mana tim menjawab soal teori dan hitungan yang diundi melalui spin wheel dan saling berebut kesempatan menjawab dengan menekan bel, serta Path of the Enchanted Realm, di mana tim memilih soal dari peta yang mewakili berbagai bidang mata kuliah akuntansi. Tiga tim dengan poin tertinggi berhak melaju ke babak final, dan ketiganya merupakan tim UNPAR. Dengan demikian, babak final MACARONY Competition 2026 menjadi panggung yang sepenuhnya mempertemukan sesama tim UNPAR.
Pada babak final yang bertajuk Crown of Dominion: Assembling the Path to Victory, para finalis beradu argumen dalam format debat dengan tema “Menyusun Stabilitas Ekonomi Indonesia: Antara Akuntabilitas, Kepercayaan Investor, dan Tantangan Pelemahan Rupiah”. Dengan sistem saling bertemu, setiap tim bertanding sebanyak dua kali, masing-masing sekali sebagai pihak pro dan sekali sebagai pihak kontra. Setiap pertandingan diakhiri dengan sesi tanya jawab dari dewan juri. Penilaian didasarkan pada ketepatan argumen berdasarkan bukti dan data, kemampuan menyanggah argumen lawan, kemampuan presentasi, serta kekompakan tim.
Pada akhir kompetisi, Tim WTC berhasil meraih Juara 1, Tim Fossil Kampus memperoleh Juara 2, dan Tim 2PM +1 meraih Juara 3. Capaian ini sekaligus melampaui prestasi UNPAR pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, ketika mahasiswa Akuntansi UNPAR meraih Juara 1 dan Juara 3. Tahun ini menjadi kali pertama babak final MACARONY Competition diisi seluruhnya oleh tim UNPAR, sekaligus kali pertama UNPAR menyapu bersih seluruh posisi juara. Prestasi ini menjadi bukti kemampuan akademik, kerja sama tim, serta konsistensi mahasiswa Akuntansi UNPAR dalam bersaing di tingkat nasional.


