Mengasah Kewirausahaan dan Kekreativitasan dalam Menefesto 2017

Seorang raja di tanah Sunda sedang duduk di tahtanya. Empat selir mengelilinginya, menjamu sang raja. Ada yang memijat, mengipasi, dan ada pula yang menyuapkan buah anggur kepada si penguasa. Sekelebat kain hitam panjang nan lebar dinaikkan. Beberapa detik kemudian diturunkan dan adegan sang raja sudah tak terlihat. Setting waktu melompat 300 tahun kemudian. Terlihat adegan lima anak muda yang sedang berlibur ke pantai. Wajah mereka riang dan penuh tawa.

Adegan tersebut adalah penggalan cerita dari pertunjukan kabaret berjudul “Queen of The South Sea” yang ditampilkan oleh mahasiswa kelas D dari mata kuliah Keterampilan Manajemen. Selain “Queen of The South Sea”, terdapat pula empat kabaret lainnya yang ditampilkan di atas panggung Menefesto 2017. Dalam setiap penampilannya, ratusan orang berdesakan berdiri di depan panggung untuk menonton. Meski mengambil latar belakang sejarah atau cerita lokal Jawa Barat, kabaret-kabaret ini ditampilkan dengan modern dan fun. Efek suara yang lucu dan musik yang kekinian menjadikan penampilan kabaret ini menyenangkan untuk ditonton.

Pertunjukan tersebut adalah bagian dari Gelar Kreativitas dalam Menefesto 2017. Gelar Kreativitas adalah satu dari dua kegiatan utama dalam acara tahunan ini. Satu yang lainnya adalah Gelar Bisnis, di mana mahasiswa dari mata kuliah Kewirausahaan membuat pameran bisnis start-up dan menjual produk di dalamnya. Tahun ini terdapat 24 tenant dari mahasiswa yang ikut ambil bagian dalam Gelar Bisnis. Produk yang dipamerkan terbagi dalam bidang fashion, beauty/hygiene product, accessories, serta food & beverages. Selain itu masih ada lagi 5 tenant dari luar mahasiswa yang ikut dalam pameran ini. Untuk merancang dekorasi dan tata letak tenant serta panggung, panitia Menefesto 2017 berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung.

Menefesto 2017 adalah gelaran kesembilan yang dilaksanakan oleh Program Studi Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi UNPAR. Dalam lima tahun pertama penyelenggaraannya, Menefesto digelar di internal UNPAR saja. Baru di tahun 2015 untuk pertama kalinya event ini mengambil tempat di luar UNPAR, yaitu di Piset Mal Bandung. Tahun 2016 lalu Menefesto digelar di Trans Studio Mall. Dan tahun ini Istana BEC Bandung dipilih menjadi tempat pelaksanaan Menefesto 2017. Dalam tiga tahun terakhir Menefesto mencoba keluar dari zona nyamannya. Pemilihan tempat di luar UNPAR bertujuan untuk lebih membesarkan lagi skala acara ini sekaligus meraup pasar yang lebih luas.

Mengusung tema “Cavalcade: Alkisah Tanah Sunda”, Menefesto 2017 mempunyai misi untuk mengangkat kembali budaya lokal (Jawa Barat) agar lebih dikenal oleh anak-anak muda. Keprihatinan atas kurangnya kesadaran di kalangan remaja, pelajar, dan mahasiswa akan budaya sendiri menjadi dasarnya. Ekspose atas budaya lokal dianggap kurang, sementara di sisi lain informasi mengenai budaya asing jauh lebih banyak dan mudah didapatkan di kalangan generasi muda, sehingga mendukung persepsi mereka bahwa budaya asing jauh lebih menarik. Pemilihan kata “cavalcade” (yang artinya: iring-iringan, pawai) ketika dihubungkan dengan alkisah tanah Sunda, memiliki maksud bahwa kebudayaan (dalam hal ini kebudayaan Sunda) akan terus mengalir dan berjalan beriringan dengan zaman sekarang maupun yang akan datang sehingga tidak akan lepas dari kehidupan sehari-hari. Tema tersebut merupakan harapan panitia Menefesto 2017 untuk memberikan sedikit kontribusi nyata dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya Sunda di zaman millennial  ini.

Dekan Fakultas Ekonomi UNPAR, Prof. Dr. Hamfri Djajadikerta, Drs., Ak., MM., secara khusus datang untuk membuka acara yang digelar selama dua hari tersebut (18 – 19 November 2017). Dalam sambutannya, Prof. Hamfri berpesan agar Menefesto menjadi ajang bagi mahasiswa untuk benar-benar belajar tentang kewirausahaan. Acara ini disebutnya menjadi wadah yang tepat untuk mengaplikasikan teori-teori yang selama ini didapat di kelas ke dunia bisnis yang nyata.

Apa yang disampaikan Prof. Hamfri memang sejalan dengan tujuan digelarnya Menefesto. Sejak awal Program Studi Sarjana Manajemen menganggap acara ini sebagai tempat untuk mempertajam dan meningkatkan kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan mahasiswa untuk bekerjasama dalam tim. Menefesto juga diharapkan mampu memberikan dampak yang besar bagi banyak pihak (tidak hanya untuk mahasiswa UNPAR), namun juga dapat memotivasi pelajar, mahasiswa dari universitas lain, dan masyarakat umum agar lebih berani dan kreatif dalam mengembangkan kemampuan berwirausaha.

Selain Gelar Bisnis dan Gelar Kreativitas sebagai dua kegiatan utama, Menefesto 2017 juga memiliki serangkaian acara lain yang menarik, seperti: talkshow dari bykoshkosh, Adler dan Pidi Baiq; workshop “Playful Envelope Clutch” dari Pulas Katumbiri; pertunjukan musik dari band-band lokal dan komunitas seni Karinding Akar; pertunjukan kesenian dari Listra (Lingkung Seni Tradisional UNPAR); kompetisi kostum Cepot; serta penampilan grup band Tiga Pagi di penghujung acara. Dalam dua hari penyelenggaraannya, event yang dibuka untuk umum dan gratis ini mampu menarik pengunjung hampir 2.000 orang.

Harapan yang sama masih terucap dari tahun ke tahun. Program Studi Sarjana Manajemen FE UNPAR ingin agar Menefesto semakin besar dalam skala penyelenggarannya dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Usaha yang telah dirintis oleh mahasiswa dalam event ini juga diharapkan bisa berkelanjutan dan menjadi bisnis yang serius serta menguntungkan. Beberapa brand yang dipamerkan dalam Menefesto 2016 lalu telah membuktikannya. Mereka di antaranya adalah Twist Indonesia (produk: tas), 5th AVE (produk: tas dan koper) dan Hue Florist (bunga kertas handmade). Ketiganya tidak berhenti di pameran Menefesto saja, namun terus berkembang dan menjalankan bisnis tersebut hingga sekarang.