FE UNPAR Rayakan Usia Baru dengan Gelar Orasi Ilmiah

17 Januari menjadi tanggal yang spesial bagi Fakultas Ekonomi (FE) UNPAR. Bagi fakultas pertama dan tertua di universitas ini, 17 Januari 1955 merupakan penanda waktu berdirinya FE. Di tahun 2019, FE UNPAR telah menginjak usianya yang ke-64. Untuk merayakannya, Fakultas Ekonomi menggelar beberapa rangkaian acara di mana salah satu yang utama adalah Gelaran Orasi Ilmiah.

Dengan orator Dr. Amelia Setiawan, CISA., orasi dalam rangka Dies Natalis FE UNPAR ke-64 digelar pada Jumat, 25 Januari 2019 di Aula FE Lantai 8. Tema yang diangkat oleh Dr. Amelia Setiawan adalah “Akuntansi 4.0: Membayangkan Pendidikan Akuntansi dalam Era Revolusi Industri 4.0 dengan Systems Thinking.” Selama hampir 30 menit lamanya, salah satu pengajar dari Program Studi Sarjana Akuntansi tersebut mempresentasikan apa itu Akuntansi di era Revolusi Industri 4.0 dan bagaimana Akuntansi bisa bertahan di era ini.

Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi. Big data dan artificial intelligence adalah konsep yang semakin familiar di era saat ini. Beberapa pekerjaan manusia bahkan terindikasi akan digantikan oleh robot. Mengacu pada willrobotstakemyjob.com, Dr. Amelia Setiawan menjelaskan bahwa pekerjaan sebagai akuntan atau auditor memiliki kemungkinan 94% digantikan oleh robot.

Sebagai institusi pendidikan yang menawarkan Program Studi Sarjana Akuntansi, Dr. Amelia Setiawan merasa UNPAR perlu beradaptasi dengan perubahan yang semakin cepat dalam era Revolusi Industri 4.0. Internet of things, big data,dan enterprise resource planning adalah beberapa pengetahuan yang wajib dipahami. Kurikulum juga perlu ada perubahan. Dr. Amelia Setiawan memberikan contoh School of Accounting di Texas Tech University yang menambahkan mata kuliah Big Data dan Data Analytics ke dalam kurikulumnya. Kemudian, Malaysian Institute of Accountants yang mensyaratkan pendidikan akuntansi memasukkan topik IT, AIS, dan system analysis and design dalam kurikulum. Perubahan-perubahan seperti ini dirasa perlu agar Akuntansi bisa bertahan ke depannya.

“Sebagai penutup, saya mengutip quote dari William Arthur Ward ini untuk kita renungkan bersama.” Dalam presentasi Dr. Amelia Setiawan tersebut tertulis, “The pessimist complains about the wind; the optimist expects it to change; the realist adjusts the sails.” Penyerahan piagam penghargaan oleh Dekan FE UNPAR, Prof. Dr. Hamfri Djajadikerta kepada Dr. Amelia Setiawan sebagai orator menjadi penanda berakhirnya orasi ilmiah siang itu.

Selain orasio, acara Dies Natalis FE UNPAR ke-64 juga dimeriahkan oleh penampilan tarian dari LISTRA UNPAR dan kolaborasi apik Paduan Suara Mahasiswa UNPAR yang tampil dengan iringan angklung dari anak-anak SD Maria Bintang Laut Bandung. Mereka membawakan bersama lagu Indonesia Pusaka dan Manuk Dadali. Penampilan-penampilan ini disambut meriah oleh tamu undangan yang berjumlah 200-an orang.

Sebagai puncak acara, Dekan FE Prof. Dr. Hamfri Djajadikerta beserta perwakilan dari rektorat, kaprodi, dan beberapa dosen FE, bersama-sama meniup lilin kue ulang tahun sebagai penanda bertambahnya usia Fakultas Ekonomi. Dies Natalis FE UNPAR ke-64 kemudian ditutup dengan hiburan band akustik oleh beberapa tenaga pendidikan FE, ramah tamah, dan makan siang bersama.