Development Economics Event 2017

Pada zaman serba modern ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa banyak perubahan serta perubahan paradigma. Seluruh sektor industri sudah dijamah dengan balutan kecanggihan dari buah hasil karya manusia yaitu teknologi. Setelah industri musik, makanan, transportasi, industri keuangan juga sudah mulai dibalut dengan inovasi teknologi atau biasa disebut dengan Financial Technology (fintech). Dalam perekonomian fintech membawa perubahan baik dalam sektor mikro maupun makro.

Perlu disayangkan pengetahuan dan pemahaman akan teknologi finansial ini masih sangat minim. Oleh karena itu dengan bangga Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Katolik Parahyangan dan dibawah pengawasan Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Katolik Parahyangan membuat suatu rangkaian acara yang bernama Development Economics Event 2017. Rangkaian acara pertama dari DEE 2017 adalah lomba video dan mading untuk siswa/i SMA di Bandung. Lomba video dan mading berjalan sangat lancar dan meriah pada tanggal 1 april 2017 di Gedung 9 Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan. Lomba ini diikuti oleh berbagai siswa SMA di Bandung untuk memperebutkan kesempatan tampil di acara puncak Development Economics Event 2017(DEE 2017) yang akan diselenggarakan pada 7 April di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat.

Rangkaian kedua dari acara ini adalah  lomba esai tingkat mahasiswa. Lomba esai ini mengangkat tema Financial technology. Sekitar 40 esai dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia,dan diseleksi oleh Juri yang sangat kompeten, yaitu Safari Kasiyanto dari Bank Indonesia Fintech Office, Ayu Kusuma dari Bank Indonesia Fintech Office, dan Ratna Ariyanti dari Koran Bisnis Indonesia. Dalam penyelenggaraan seminar nasional DEE 2017 HMPSEP bekerja sama dengan institusi regulasi keuangan yaitu Bank Indonesia. Seminar DEE 2017 ini yang mengangakat tema “Towards Financial Inclusiveness Through Financial Inclusiveness” dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dalam dunia fintech. Dalam 2 hari pembukaan registrasi untuk masyarakat umum tiket sudah habis dan total peserta yang hadir adalah 350.

Peserta seminar DEE 2017 berkesempatan mendapatkan pemaparan yang sangat komprehensif mengenai keberadaan Fintech,khususnya bagaimana keterkaitan fintech terhadap pencapaian inklusi keuangan. Berbagai narasumber diundang sebagai pembicara dalam seminar, baik yang berasal dari regulator, maupun dari pelaku bisnis, yaitu Juda Agung (Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat), Junanto Herdiawan (Kepala bank indonesia Fintech office) dan Hendrikus Passagi (Senior Executive Researcher, Otoritas Jasa Keuangan), yang mewakili regulator keuangan di Indonesia, serta William Tanuwijaya (CEO Tokopedia) dan Dickie Wijaya (CIO Investree) yang mewakili pelaku bisnis, utamanya dalam bidang teknologi finansial.

X